Jakarta, 14 Mei 2026 – Fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau yang sering disebut Super El Nino diprediksi dapat memicu lonjakan kebakaran hutan di berbagai wilayah dunia. Para peneliti iklim memperingatkan bahwa peningkatan suhu global dan penurunan curah hujan akibat fenomena tersebut berpotensi menciptakan kondisi ekstrem yang mempercepat penyebaran api di kawasan hutan maupun lahan gambut. Situasi ini menjadi perhatian internasional karena kebakaran besar tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi, serta kestabilan ekosistem global.
Super El Nino biasanya menyebabkan musim kering lebih panjang di sejumlah wilayah tropis dan subtropis, termasuk kawasan Asia Tenggara, Australia, Amerika Selatan, hingga sebagian Afrika. Ketika kelembapan tanah menurun drastis dan suhu udara meningkat, vegetasi menjadi lebih mudah terbakar bahkan hanya karena percikan api kecil. Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang dan perubahan cuaca ekstrem yang dapat mempercepat penyebaran kebakaran dalam waktu singkat. Banyak ilmuwan menilai kombinasi El Nino dan pemanasan global saat ini menciptakan ancaman yang lebih serius dibanding beberapa dekade sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia memang telah menghadapi peningkatan frekuensi kebakaran hutan berskala besar di berbagai negara. Kebakaran di hutan tropis maupun wilayah beriklim sedang menyebabkan kerusakan ekosistem luas, hilangnya habitat satwa liar, hingga peningkatan emisi karbon dalam jumlah besar. Asap hasil kebakaran juga berdampak lintas negara dan dapat mengganggu kualitas udara jutaan penduduk. Karena itu, prediksi munculnya Super El Nino langsung memicu kewaspadaan banyak pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
Indonesia sendiri termasuk negara yang dinilai rentan menghadapi dampak El Nino, terutama pada kawasan hutan dan lahan gambut yang mudah mengering saat curah hujan menurun. Pengalaman kebakaran besar pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting mengenai besarnya dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Pemerintah serta berbagai lembaga lingkungan kini terus memperkuat sistem pemantauan titik panas, patroli kawasan rawan, dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah pembakaran lahan secara ilegal. Langkah antisipasi dinilai sangat penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana ekologis berskala besar.
Para ahli iklim menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi jika suhu bumi terus meningkat tanpa pengendalian emisi yang memadai. Fenomena Super El Nino menjadi pengingat bahwa krisis iklim kini memberikan dampak nyata terhadap kehidupan manusia dan lingkungan global. Banyak negara didorong untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan hutan, serta pengembangan sistem penanganan bencana yang lebih cepat dan efektif. Dunia kini menghadapi tantangan besar untuk mencegah risiko kebakaran hutan yang diperkirakan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.