Jakarta, 28 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima Jilah ke Istana Kepresidenan pada Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Panglima Jilah merupakan tokoh masyarakat Dayak yang dikenal sebagai Panglima Jilah. Pertemuannya dengan Presiden Prabowo menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan.
Bahas Karhutla
Pembahasan mengenai karhutla menjadi perhatian serius pemerintah dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Prabowo sebelumnya telah turun langsung meninjau penanganan kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.
Dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 22 Agustus 2026, Prabowo meminta seluruh unsur terkait memperkuat operasi pemadaman, termasuk melalui penambahan personel, helikopter water bombing, peralatan pemadam, serta operasi modifikasi cuaca.
Presiden juga menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan harus ditindak sesuai hukum.
Kondisi Kalimantan Jadi Perhatian
Karhutla terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam kondisi cuaca yang sangat kering. Pemerintah menyebut fenomena El Nino turut memperbesar risiko munculnya titik api dan mempercepat penyebaran kebakaran.
Dalam rapat penanganan karhutla, pemerintah sebelumnya melaporkan sejumlah wilayah yang menjadi perhatian, antara lain Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, dan Sambas di Kalimantan Barat.
Penanganan kemudian diperluas dengan mengerahkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga terkait.
Prabowo Perkuat Operasi Darat dan Udara
Pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman dari darat. Operasi udara menggunakan helikopter water bombing juga diperkuat untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari permukaan.
Selain itu, operasi modifikasi cuaca turut dilakukan ketika tersedia potensi awan yang memadai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendatangkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Prabowo sebelumnya mengatakan pemerintah terus memenuhi kebutuhan di lapangan, termasuk helikopter, mesin bor air, dan perlengkapan lainnya.
Panglima Jilah Punya Peran di Masyarakat Dayak
Pemanggilan Panglima Jilah menjadi perhatian karena dirinya memiliki pengaruh di kalangan masyarakat Dayak. Keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting dalam upaya penanganan karhutla yang juga membutuhkan partisipasi masyarakat di tingkat lokal.
Koordinasi dengan masyarakat dapat membantu pemerintah dalam pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, hingga penyampaian informasi mengenai kondisi di lapangan.
Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum
Selain pemadaman, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek pencegahan dan penegakan hukum. Presiden Prabowo telah menyatakan pihak yang terbukti sengaja membakar hutan akan ditindak sesuai peraturan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang, terutama apabila ditemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sebelumnya, kepolisian juga telah menangani puluhan kasus karhutla dan menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka. Penanganan hukum terus berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman di lapangan.
Fokus pada Pencegahan
Pertemuan Panglima Jilah dengan Presiden Prabowo diharapkan turut memperkuat pendekatan pencegahan. Pemerintah menghadapi tantangan karena kondisi kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
Dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan warga lokal, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Panglima Jilah dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana pada Jumat (28/8/2026) untuk membahas persoalan karhutla. Pertemuan berlangsung di tengah upaya pemerintah memperkuat penanganan kebakaran di Kalimantan melalui operasi darat, water bombing, operasi modifikasi cuaca, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.