Jakarta, 13 September 2026 – AC Milan berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Lazio dalam pertandingan pekan keempat Liga Italia Serie A 2026-2027 di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu malam waktu setempat. Rossoneri harus bekerja keras setelah tertinggal dua gol pada babak pertama melalui Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin. Situasi berubah drastis selepas turun minum ketika pelatih Ruben Amorim melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan agresivitas serangan. Diego Moreira kemudian muncul sebagai pemain paling menentukan dengan mencetak dua gol hanya dalam rentang sekitar dua menit. Kebangkitan tersebut membuat Milan terhindar dari kekalahan meskipun sempat berada dalam posisi sulit sepanjang paruh pertama pertandingan. Hasil imbang membuat Lazio mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan, sedangkan Milan berada di angka delapan poin.
Lazio tampil agresif sejak pertandingan dimulai dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan tekanan kepada pertahanan tim tamu. Tuan rumah berhasil membuka keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-10 melalui Cancellieri. Serangan dari sisi lapangan mampu menciptakan ruang di pertahanan Milan sebelum bola dimanfaatkan Cancellieri untuk menaklukkan Mike Maignan. Gol cepat tersebut membuat Lazio semakin percaya diri dalam mengendalikan pertandingan dan memaksa Milan bekerja lebih keras untuk keluar dari tekanan. Rossoneri sebenarnya mencoba meningkatkan penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan ancaman yang benar-benar membahayakan gawang tuan rumah. Lazio sebaliknya mampu menjaga organisasi permainan dengan baik sembari terus mencari kesempatan untuk menambah keunggulan.
Keunggulan Lazio bertambah menjelang berakhirnya babak pertama setelah Tijjani Noslin mencetak gol pada menit ke-39. Gol tersebut membuat tim tuan rumah memimpin 2-0 sekaligus memberikan tekanan semakin besar kepada Milan. Sepanjang babak pertama, permainan Rossoneri belum berjalan sesuai harapan karena mereka kesulitan menemukan celah di antara organisasi pertahanan Lazio. Beberapa pemain Milan juga tidak mampu memberikan intensitas yang diperlukan untuk membalikkan momentum pertandingan. Lazio memanfaatkan situasi tersebut dengan mempertahankan tekanan dan menjaga kedisiplinan ketika kehilangan bola. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum dan membuat Milan membutuhkan perubahan besar apabila ingin menghindari kekalahan pertama mereka dalam pertandingan tersebut.
Ruben Amorim kemudian mengambil keputusan penting dengan melakukan perubahan pada komposisi tim selepas jeda. Christian Pulisic, Diego Moreira, dan Yunus Musah termasuk pemain yang dimasukkan untuk memberikan energi baru sekaligus meningkatkan kecepatan serangan Milan. Pergantian tersebut memberikan pengaruh signifikan karena Rossoneri mulai tampil lebih agresif dan mampu menekan pertahanan Lazio. Pulisic memberikan mobilitas tambahan di area depan dan beberapa kali terlibat dalam pembangunan serangan. Moreira juga memberikan ancaman berbeda melalui kecepatan dan kemampuannya bergerak mencari ruang di belakang pertahanan lawan. Perlahan, Milan mampu mengambil alih momentum yang sebelumnya sepenuhnya berada dalam kendali Lazio.
Upaya Milan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65 ketika Moreira memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Pulisic memiliki peran penting dalam proses terciptanya gol tersebut setelah membantu membangun serangan dari area depan sebelum mengirimkan bola yang dapat dimanfaatkan Moreira. Gol tersebut langsung meningkatkan kepercayaan diri para pemain Milan karena mereka kembali memiliki peluang besar untuk menyelamatkan pertandingan. Tekanan Rossoneri tidak berhenti setelah gol pertama dan pertahanan Lazio belum sempat sepenuhnya mengembalikan organisasi permainan. Hanya berselang sekitar dua menit, Moreira kembali menemukan ruang untuk menciptakan ancaman. Perubahan permainan yang begitu cepat membuat keunggulan dua gol Lazio akhirnya hilang dalam waktu singkat.
Gol kedua Moreira tercipta pada menit ke-67 setelah menerima umpan dari Adrien Rabiot. Pemain tersebut mampu melepaskan diri dan menyelesaikan peluang dengan baik untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2. Dua gol dalam rentang sekitar dua menit menjadikan Moreira figur utama dalam kebangkitan Milan di Stadion Olimpico. Keputusan Amorim memasukkannya dari bangku cadangan terbukti memberikan dampak langsung terhadap hasil pertandingan. Lazio yang sebelumnya berada dalam posisi nyaman mendadak harus kembali berusaha merebut kendali permainan. Sebaliknya, Milan semakin percaya diri karena momentum pertandingan telah berubah dan peluang untuk melakukan comeback sepenuhnya masih terbuka.
Setelah menyamakan kedudukan, Milan terus berusaha mencari gol ketiga untuk menyelesaikan kebangkitan mereka. Rossoneri tampil lebih berani dalam memainkan bola dan mencoba memanfaatkan pergerakan pemain-pemain yang baru masuk pada babak kedua. Lazio juga tidak tinggal diam dan berusaha kembali meningkatkan intensitas agar tidak kehilangan seluruh poin di kandang sendiri. Pertandingan pun berlangsung lebih terbuka dibandingkan babak pertama karena kedua kesebelasan sama-sama memiliki kesempatan untuk menentukan hasil. Namun, pertahanan masing-masing tim mampu mengatasi sejumlah ancaman yang muncul hingga memasuki menit-menit terakhir. Tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan akhirnya berakhir dengan skor sama kuat 2-2.
Hasil tersebut terasa cukup penting bagi Milan mengingat mereka berada dalam posisi tertinggal dua gol ketika memasuki ruang ganti pada jeda pertandingan. Perubahan taktik dan pergantian pemain menjadi faktor yang membuat Rossoneri mampu memperlihatkan karakter berbeda pada babak kedua. Moreira menjadi sorotan utama melalui dua golnya, sementara Pulisic memberikan kontribusi setelah masuk sebagai pemain pengganti dan menjalani penampilan pertamanya di Serie A musim ini. Bagi Amorim, respons tim setelah tertinggal menjadi modal penting meskipun kegagalan tampil maksimal pada babak pertama tetap menjadi bahan evaluasi. Milan tidak dapat terus bergantung pada kebangkitan setelah tertinggal apabila ingin bersaing di papan atas. Konsistensi sejak menit awal akan menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pertandingan berikutnya.
Lazio di sisi lain harus menerima kenyataan kehilangan kesempatan memperoleh kemenangan meskipun sudah unggul 2-0. Tim asuhan Gennaro Gattuso sebenarnya menjalankan babak pertama dengan sangat baik dan mampu mengeksploitasi sejumlah kelemahan pertahanan Milan. Cancellieri dan Noslin memberikan keunggulan yang seharusnya menjadi modal besar untuk mengontrol pertandingan hingga akhir. Namun, perubahan permainan Milan selepas jeda membuat Lazio kehilangan momentum dan kebobolan dua gol dalam waktu yang sangat singkat. Meski gagal mengamankan tiga poin, tambahan satu angka tetap membuat Lazio mempertahankan awal musim yang positif. Mereka kini mengumpulkan 10 poin setelah menjalani empat pertandingan Serie A musim ini.
Hasil 2-2 membuat persaingan papan atas Serie A semakin menarik pada awal musim 2026-2027. Lazio tetap berada di posisi kuat dengan koleksi 10 poin, sementara Milan mengumpulkan delapan poin dan masih berada dalam persaingan setelah empat pertandingan. Bagi Rossoneri, keberhasilan membalikkan situasi dari tertinggal 0-2 menjadi 2-2 memperlihatkan besarnya pengaruh pemain pengganti terhadap jalannya pertandingan. Moreira menjadi penyelamat melalui dua gol cepat pada menit ke-65 dan 67 setelah Cancellieri serta Noslin sebelumnya membawa Lazio unggul. Kedua tim akhirnya harus berbagi angka setelah tidak mampu menciptakan gol penentu pada sisa pertandingan. Lazio selanjutnya dijadwalkan menghadapi Venezia, sedangkan Milan akan melanjutkan kompetisi dengan menghadapi Lecce.