Jakarta, 19 September 2026 – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama belum mendapatkan hasil maksimal dalam rangkaian awal Moto3 GP Austria 2026 setelah menempati posisi ke-18 pada sesi Practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Jumat, 18 September. Pembalap Honda Team Asia tersebut membukukan waktu terbaik 1 menit 40,773 detik. Catatan itu sebenarnya lebih cepat dibandingkan waktu yang dibuatnya pada sesi latihan bebas pertama atau FP1. Namun, peningkatan waktu tersebut belum cukup untuk membawa Veda berada di posisi 14 besar yang mendapatkan tiket langsung menuju Kualifikasi 2 atau Q2. Veda terpaut 1,105 detik dari David Almansa yang menjadi pembalap tercepat dalam sesi Practice. Hasil tersebut membuat pembalap asal Gunungkidul itu harus memulai perjuangan pada sesi kualifikasi dari Q1.
Veda sebelumnya memperlihatkan penampilan cukup menjanjikan ketika mengikuti FP1. Pembalap berusia 17 tahun itu menyelesaikan sesi tersebut di posisi kedelapan dengan waktu terbaik 1 menit 41,779 detik. Catatan tersebut diperolehnya pada putaran ke-16 setelah secara bertahap meningkatkan kecepatan sepanjang latihan. Veda bahkan sempat naik ke posisi keenam ketika FP1 menyisakan waktu kurang dari tiga menit. Persaingan yang ketat pada fase akhir kemudian membuatnya turun dua posisi hingga akhirnya menutup sesi di urutan kedelapan. David Almansa menjadi yang tercepat pada FP1 setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,595 detik. Hasil tersebut sempat memberikan modal positif bagi Veda untuk menghadapi sesi Practice pada hari yang sama.
Memasuki Practice, Veda kembali berusaha menjaga kecepatannya di tengah persaingan ketat para pembalap Moto3. Pada fase awal sesi, ia sempat berada di jajaran sepuluh besar ketika Alvaro Carpe dan sejumlah pembalap lain bergantian menempati posisi teratas. Veda kemudian terus mempertajam waktu untuk mempertahankan peluang berada di kelompok pembalap yang langsung lolos ke Q2. Perubahan posisi berlangsung cepat karena sebagian besar pembalap juga mampu meningkatkan catatan putaran masing-masing. Sekitar sepuluh menit setelah sesi dimulai, David Almansa mengambil alih posisi terdepan dan Veda sempat turun hingga urutan ke-19. Dua menit kemudian, Veda kembali meningkatkan kecepatannya sehingga mampu bersaing lagi di sekitar posisi sepuluh besar.
Salah satu momen yang memengaruhi perjalanan Veda terjadi ketika ia sempat mencatatkan waktu 1 menit 41,130 detik. Catatan tersebut sebenarnya cukup untuk membawanya berada di kelompok lima besar pada fase tertentu sesi Practice. Namun, waktu putaran tersebut kemudian dibatalkan karena Veda dinilai melanggar batas lintasan atau track limit. Pembatalan itu membuat posisinya kembali turun dan memaksanya mencari putaran cepat lainnya. Veda tetap berusaha meningkatkan kecepatan dan sempat kembali berada di sekitar kelompok sepuluh besar. Persaingan kemudian semakin ketat ketika sesi memasuki menit-menit terakhir karena hampir seluruh pembalap berusaha mencetak waktu terbaik.
Ketika Practice menyisakan sekitar sepuluh menit, Veda kembali keluar dari posisi sepuluh besar dan berada di urutan ke-14. Posisi tersebut masih menjadi batas terakhir untuk memperoleh tiket langsung menuju Q2. Namun, sejumlah pembalap lain berhasil mempertajam catatan waktu sehingga Veda perlahan terdorong keluar dari zona tersebut. Saat sesi menyisakan sekitar dua menit, posisinya bahkan turun hingga urutan ke-17. Veda kemudian menghasilkan putaran terbaik 1 menit 40,773 detik pada percobaan terakhirnya. Meski berhasil memperbaiki catatan waktu secara signifikan dibandingkan FP1, hasil tersebut hanya menempatkannya di posisi ke-18 ketika sesi berakhir.
David Almansa akhirnya mempertahankan posisi teratas dengan waktu 1 menit 39,668 detik. Maximo Quiles menempati urutan kedua dengan catatan 1 menit 39,863 detik, sementara Alvaro Carpe berada di posisi ketiga melalui waktu 1 menit 40,171 detik. Matteo Bertelle dan Brian Uriarte melengkapi lima besar pada sesi tersebut. Posisi ke-14 yang menjadi batas langsung menuju Q2 ditempati Adrian Fernandez dengan catatan 1 menit 40,531 detik. Artinya, Veda hanya terpaut 0,242 detik dari waktu Fernandez untuk mendapatkan tempat langsung di Q2. Selisih yang relatif tipis tersebut menunjukkan persaingan Moto3 Austria berlangsung sangat rapat, terutama di kelompok pembalap papan tengah.
Dengan menempati posisi ke-18, Veda harus menjalani Kualifikasi 1 untuk mempertahankan peluang mendapatkan posisi start yang lebih baik. Hanya empat pembalap tercepat dari Q1 yang berhak melanjutkan perjalanan menuju Q2. Situasi tersebut membuat Veda perlu menghasilkan putaran cepat sejak awal sekaligus menghindari kesalahan seperti pelanggaran track limit yang sempat terjadi pada Practice. Catatan waktu yang diperolehnya menunjukkan kecepatan Veda masih cukup dekat dengan pembalap yang menempati batas terakhir menuju Q2. Karena itu, peluang untuk melanjutkan dari Q1 masih terbuka apabila ia mampu menemukan peningkatan pada sesi berikutnya. Kualifikasi menjadi tahapan penting karena posisi start akan sangat menentukan peluang Veda bersaing pada balapan utama di Red Bull Ring.
GP Austria juga menjadi kesempatan bagi Veda untuk kembali mengumpulkan poin setelah dua seri sebelumnya belum memberikan hasil yang diharapkan. Menjelang rangkaian balapan di Spielberg, Veda berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 97 poin. Ia unggul tiga angka atas pembalap Malaysia Hakim Danish yang menempati posisi kedelapan dengan 94 poin. Sementara itu, Valentin Perrone berada satu tingkat di atas Veda dengan mengumpulkan 114 poin. Veda belum memperoleh tambahan angka setelah finis ke-20 pada GP Aragon dan posisi ke-18 di GP San Marino. Kondisi tersebut membuat seri Austria menjadi peluang penting bagi pembalap Honda Team Asia itu untuk kembali mendapatkan momentum dalam persaingan klasemen.
Rangkaian Moto3 GP Austria dilanjutkan dengan sesi berikutnya dan kualifikasi pada Sabtu, 19 September 2026, sebelum balapan utama digelar Minggu, 20 September. Veda kini harus mengalihkan fokus menuju Q1 setelah hasil Practice belum mampu memberinya tiket otomatis ke Q2. Meski posisi akhirnya berada di urutan ke-18, peningkatan catatan waktu dari 1 menit 41,779 detik pada FP1 menjadi 1 menit 40,773 detik pada Practice menunjukkan adanya kemajuan dari sisi kecepatan. Tantangan berikutnya adalah mengubah kecepatan tersebut menjadi posisi yang lebih baik ketika kualifikasi berlangsung. Empat tempat menuju Q2 akan menjadi target pertama Veda sebelum memikirkan posisi start untuk balapan utama. Kesempatan memperbaiki hasil masih terbuka bagi pembalap muda Indonesia tersebut dalam lanjutan akhir pekan Moto3 Austria 2026.