Jakarta – Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah target militer Iran pada Rabu (10/6/2026) dini hari waktu setempat. Serangan ini merupakan respons atas jatuhnya helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz yang diduga disebabkan oleh tembakan Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini merupakan “respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan” . Pesawat tempur dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang sistem pertahanan udara Iran, stasiun kontrol darat, serta situs radar di sekitar Selat Hormuz .
Target serangan AS meliputi kota Jask dan Sirik, serta Pulau Qeshm di Selat Hormuz . Misi ini dinyatakan selesai hanya tiga jam setelah pengumuman serangan gelombang pertama .
Iran Balas Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan terhadap 21 target di pangkalan AS di kawasan tersebut, termasuk di Bahrain dan Yordania .
Pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa tentaranya berhasil mencegat serangan yang masuk ke wilayahnya . Yordania juga melaporkan berhasil menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, yang juga menjadi pangkalan jet tempur F-35 AS .
Sistem pertahanan udara di Bahrain dan Kuwait pun diaktifkan untuk menghadapi serangan tersebut .
Kronologi Jatuhnya Helikopter Apache AS
Insiden bermula pada Senin (8/6/2026) malam atau Selasa dini hari waktu setempat, ketika helikopter Apache AH-64 milik AS jatuh di perairan lepas pantai Oman saat sedang melakukan patroli di Selat Hormuz .
Berdasarkan keterangan pejabat AS yang berbicara secara anonim, helikopter tersebut jatuh setelah bertabrakan dengan drone milik Iran . Namun, masih belum jelas apakah tabrakan itu disengaja atau tidak .
Presiden AS Donald Trump langsung menyalahkan Iran atas insiden ini. “Saya baru saja diberi tahu oleh Militer kita yang Hebat bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social .
Awak Helikopter Selamat Berkat Drone Nirawak
Dua awak helikopter berhasil diselamatkan sekitar dua jam setelah jatuh dan dalam kondisi stabil . Proses penyelamatan ini tercatat sebagai yang pertama kalinya menggunakan drone laut nirawak (uncrewed surface vessel) yang dioperasikan oleh Pasukan Tugas 59 Angkatan Laut AS .
Kapal drone berukuran 7,3 meter bernama Corsair ini berhasil menemukan kedua awak yang mengambang di air sebelum akhirnya dijemput oleh helikropter lain .
Iran Bantah Tembak Jatuh, Minta Pasukan Asing Tinggalkan Kawasan
Pihak Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi membantah secara sengaja menargetkan helikopter AS tersebut. Ia menyebut insiden itu mungkin terjadi secara tidak sengaja akibat ketegangan militer di kawasan.
“Iran tidak berada di balik serangan itu. Insiden seperti itu dapat terjadi secara tidak sengaja karena suasana tegang di Selat Hormuz. Tidak ada penargetan yang disengaja oleh Iran terhadap helikopter AS di Selat Hormuz,” ujarnya kepada Al Jazeera .
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan pasukan asing di dekat wilayah Iran untuk meninggalkan kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz bukanlah perairan internasional, melainkan wilayah bersama antara Iran dan Oman.
“Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu dalam risiko karena kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau potensi terkena baku tembak. Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” tulis Araghchi di X .
Eskalasi Ancam Gencatan Senjata
Serangan balasan ini terjadi sehari setelah Iran dan Israel saling tembak, yang merupakan pelanggaran terbesar terhadap gencatan senjata yang telah dijalin sejak AS dan Israel memulai perang melawan Iran pada 28 Februari lalu .
Televisi negara Iran melaporkan serangan Israel pada hari Senin menewaskan setidaknya dua personel unit pertahanan udara Iran .
Perang ini telah mengguncang ekonomi global, mendorong harga energi naik di seluruh dunia, dan membuat banyak kebutuhan pokok, termasuk pangan, semakin mahal .