Jakarta, 8 Mei 2026 – Aktivitas erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara dilaporkan menelan korban jiwa. Dua warga negara asing disebut meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di sekitar kawasan gunung berapi aktif tersebut.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan pendataan terkait kronologi lengkap kejadian. Informasi awal menyebut kedua korban berada di area yang terdampak aktivitas vulkanik saat erupsi terjadi.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan aktivitas erupsi yang cukup sering terjadi. Material abu vulkanik dan lontaran dari kawah menjadi ancaman utama bagi masyarakat maupun pendaki yang berada terlalu dekat dengan zona berbahaya.
Petugas gabungan bersama tim penyelamat langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan adanya korban. Area sekitar gunung juga terus dipantau guna mengantisipasi potensi erupsi susulan yang dapat membahayakan keselamatan warga dan wisatawan.
Pusat vulkanologi sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati radius tertentu dari kawah aktif Gunung Dukono. Aktivitas vulkanik yang fluktuatif membuat kawasan tersebut memerlukan pengawasan ketat setiap saat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi peringatan otoritas terkait aktivitas gunung berapi. Indonesia sendiri berada di kawasan cincin api Pasifik yang memiliki banyak gunung aktif dengan potensi erupsi sewaktu-waktu.
Pengamat kebencanaan menilai wisatawan maupun pendaki asing sering kali kurang memahami karakter gunung api aktif di Indonesia. Karena itu, edukasi mengenai risiko bencana dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan dinilai sangat penting.
Selain menimbulkan korban jiwa, erupsi Gunung Dukono juga dilaporkan memengaruhi aktivitas warga di sekitar kawasan terdampak abu vulkanik. Petugas mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di area tertentu demi menjaga kesehatan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus melakukan koordinasi untuk penanganan korban serta pemantauan perkembangan aktivitas vulkanik. Jalur menuju area berbahaya juga disebut mulai diperketat untuk mencegah adanya warga atau wisatawan yang mendekat.
Hingga kini, aktivitas Gunung Dukono masih terus dipantau secara intensif oleh petugas vulkanologi. Masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan resmi demi menghindari risiko bencana lebih lanjut.