Sukabumi, 2 September 2026 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda Indonesia terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal utama membawa bangsa menuju kemajuan. Pesan tersebut disampaikan ketika menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan generasi muda merupakan calon penerus sekaligus calon pemimpin yang nantinya menentukan arah perjalanan Indonesia. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan sejak sekarang melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan kecintaan terhadap bangsa. Keberagaman suku, budaya, agama, serta berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia menurutnya merupakan kekuatan besar apabila dikelola dalam semangat kebersamaan. Sebaliknya, kekayaan tersebut akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat mudah terpecah oleh perbedaan. Sigit mengingatkan kemajuan Indonesia membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dengan persatuan sebagai fondasi utama.
Kegiatan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti sekitar 5.499 peserta yang terdiri atas anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, serta sejumlah tokoh organisasi. Besarnya jumlah peserta membuat kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda dari berbagai latar belakang. Sigit menilai kegiatan kepanduan memiliki posisi strategis karena pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui pendidikan formal di ruang kelas. Generasi muda membutuhkan pengalaman yang mengajarkan bagaimana bekerja dalam kelompok, menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan. Aktivitas Pramuka dinilai memberikan ruang untuk melatih berbagai kemampuan tersebut secara langsung. Peserta juga dibiasakan hidup bersama orang lain sehingga belajar menghargai perbedaan karakter maupun pandangan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya memasuki kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Pembentukan karakter sejak usia muda diharapkan menghasilkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Sigit turut menceritakan pengalaman pribadinya mengikuti kegiatan Pramuka sejak masih duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut menurutnya memberikan berbagai pelajaran mengenai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Nilai-nilai semacam itu tetap relevan bagi generasi muda meskipun perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Pramuka juga mengajarkan keterampilan praktis yang dapat digunakan ketika seseorang menghadapi situasi tertentu di tengah masyarakat. Kegiatan berkelompok membiasakan peserta menyelesaikan persoalan bersama dan tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Kebiasaan saling membantu menjadi bagian penting karena kehidupan bermasyarakat membutuhkan kemampuan bekerja sama dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sigit berharap pengalaman positif tersebut terus dikembangkan melalui metode yang sesuai dengan karakter generasi sekarang. Dengan demikian, Pramuka tetap menjadi ruang pembentukan karakter yang menarik sekaligus relevan bagi anak muda.
Persatuan mendapatkan perhatian khusus karena Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Masyarakat hidup dalam ribuan pulau dengan latar belakang suku, bahasa, budaya, dan tradisi yang berbeda-beda. Kondisi tersebut merupakan kekayaan yang tidak dimiliki banyak negara, tetapi sekaligus membutuhkan kesadaran bersama untuk terus menjaganya. Sigit mengingatkan perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau mempertentangkan kelompok satu dengan lainnya. Generasi muda perlu memahami identitas masing-masing tanpa kehilangan kesadaran bahwa mereka merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Kemampuan menghargai perbedaan menjadi semakin penting ketika ruang digital membuat informasi dan pandangan dapat menyebar dengan sangat cepat. Konten provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi dapat dengan mudah menciptakan ketegangan apabila diterima tanpa sikap kritis. Pendidikan karakter karena itu perlu berjalan bersama peningkatan literasi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat merusak persatuan.
Kapolri juga memberikan apresiasi terhadap PUI yang dinilai memiliki perjalanan panjang dalam menjaga komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Organisasi tersebut telah berkembang sejak sebelum Indonesia merdeka dan mempertahankan pendekatan keagamaan yang moderat dalam kehidupan masyarakat. Sigit berharap nilai-nilai Intisab PUI serta semangat ishlah dapat terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya merawat persatuan. Nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan kelompok. Organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting karena pendidikan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah. Lingkungan keluarga, organisasi pemuda, komunitas, serta masyarakat juga ikut membentuk cara generasi muda melihat bangsa dan lingkungannya. Kolaborasi berbagai pihak dapat membuat pendidikan karakter berlangsung secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, nilai persatuan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Persiapan generasi penerus menjadi semakin penting ketika Indonesia menghadapi momentum bonus demografi. Besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai. Namun, bonus demografi juga dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan terus mengalami perkembangan. Generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus kemauan belajar sepanjang kehidupan profesional mereka. Pendidikan karakter menjadi pelengkap penting karena kemampuan teknis tanpa integritas dapat menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan masyarakat. Disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kepemimpinan menjadi kompetensi yang tetap dibutuhkan di tengah perubahan teknologi. Sigit melihat kegiatan kepanduan dapat memberikan sebagian fondasi tersebut sebelum generasi muda memasuki dunia pendidikan tinggi maupun pekerjaan.
Kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru terhadap upaya menjaga persatuan. Media sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan secara terbuka, tetapi pada saat yang sama dapat menjadi tempat berkembangnya informasi palsu, ujaran kebencian, dan provokasi. Generasi muda yang menjadi salah satu kelompok pengguna teknologi terbesar perlu memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Perbedaan pendapat dalam ruang digital seharusnya tidak berubah menjadi permusuhan yang terbawa ke kehidupan sosial. Sikap kritis dapat dibangun dengan membiasakan memeriksa informasi dari berbagai sisi serta memahami konteks sebelum mengambil kesimpulan. Kemampuan tersebut penting karena stabilitas sosial tidak hanya bergantung pada tindakan aparat keamanan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam menggunakan ruang publik. Generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi dengan menciptakan konten positif dan membangun komunikasi yang menghargai perbedaan. Ruang digital dengan demikian dapat digunakan untuk memperkuat persatuan apabila masyarakat menggunakannya secara bertanggung jawab.
Sigit juga menempatkan gotong royong sebagai salah satu karakter yang perlu dipertahankan generasi penerus. Perkembangan kehidupan modern tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kebiasaan saling membantu ketika menghadapi persoalan bersama. Indonesia memiliki pengalaman panjang menggunakan gotong royong untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan lingkungan hingga penanganan bencana. Pramuka membiasakan anggotanya melakukan kegiatan secara berkelompok sehingga setiap peserta memahami bahwa keberhasilan tidak selalu dapat dicapai seorang diri. Kemampuan bekerja sama menjadi semakin penting ketika persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan banyak bidang. Pemimpin masa depan juga harus mampu mendengarkan pandangan orang lain dan membangun kesepakatan di tengah perbedaan. Keterampilan tersebut dapat mulai dilatih melalui aktivitas sederhana sejak usia sekolah. Kebiasaan bekerja bersama diharapkan berkembang menjadi karakter yang terus dibawa ketika generasi muda memperoleh tanggung jawab lebih besar.
Pembentukan calon pemimpin juga menjadi salah satu perhatian dalam pesan Kapolri. Generasi yang saat ini masih berada di bangku sekolah maupun perguruan tinggi pada waktunya akan mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, teknologi, dan kehidupan masyarakat. Kualitas keputusan yang mereka ambil nantinya akan sangat dipengaruhi oleh nilai yang dibentuk sejak usia muda. Karena itu, kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan memberikan perintah, tetapi juga kesiapan bertanggung jawab terhadap kepentingan orang lain. Seorang pemimpin perlu memiliki integritas, keberanian mengambil keputusan, kemampuan mendengarkan, serta kesediaan bekerja bersama kelompok yang berbeda. Organisasi kepanduan memberikan kesempatan bagi peserta untuk melatih kemampuan tersebut melalui pembagian tugas dan tanggung jawab. Kesalahan yang terjadi selama proses belajar dapat menjadi pengalaman sebelum mereka menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Pembinaan berkelanjutan diperlukan agar potensi kepemimpinan generasi muda dapat berkembang secara positif.
Menurut Sigit, keberagaman dan kekayaan sumber daya Indonesia merupakan modal besar untuk menjadi negara maju apabila masyarakat mampu mempertahankan persatuan. Sumber daya alam saja tidak cukup tanpa kualitas manusia yang mampu mengelolanya secara produktif dan bertanggung jawab. Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus kemampuan mengembangkan inovasi agar kekayaan tersebut menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat. Pada saat bersamaan, pembangunan harus tetap mempertimbangkan pemerataan sehingga manfaat kemajuan dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Persatuan memiliki hubungan dengan agenda tersebut karena pembangunan akan lebih sulit berjalan apabila energi bangsa habis untuk menghadapi konflik internal. Stabilitas sosial memberikan ruang bagi pendidikan, investasi, inovasi, dan kegiatan ekonomi untuk berkembang. Karena itu, menjaga persatuan memiliki dampak langsung terhadap kemampuan Indonesia mencapai target pembangunan jangka panjang. Generasi muda diharapkan memahami hubungan tersebut sehingga memiliki alasan kuat untuk terus merawat kebersamaan.
Pesan Kapolri dalam Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 pada akhirnya menempatkan generasi muda sebagai bagian utama dari masa depan Indonesia. Mereka tidak hanya diminta mempersiapkan kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga menjaga karakter serta rasa kebangsaan di tengah perubahan zaman. Persatuan menjadi fondasi yang harus terus dirawat karena keberagaman Indonesia dapat menjadi kekuatan besar apabila seluruh masyarakat mampu bekerja bersama. Pramuka dinilai menjadi salah satu wadah yang efektif untuk membiasakan kedisiplinan, gotong royong, kepedulian, kemandirian, dan kepemimpinan sejak usia muda. Sigit berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika kegiatan kemah selesai, tetapi diterapkan dalam kehidupan sekolah, keluarga, organisasi, dan masyarakat. Generasi muda juga perlu mampu menggunakan perkembangan teknologi untuk menghasilkan manfaat tanpa kehilangan kemampuan berinteraksi dan bekerja bersama secara langsung. Tantangan menuju Indonesia maju membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama. Dengan persatuan yang tetap terjaga dan generasi penerus yang dipersiapkan secara serius, Indonesia diharapkan memiliki fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan pada masa mendatang.