Jakarta, 6 Mei 2026 – Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia terpantau tidak menentu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena pancaroba sering ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, seperti hujan deras disertai angin kencang dan petir pada siang atau sore hari, sementara pagi hari cenderung cerah. Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan suhu udara yang cukup signifikan.
Selain itu, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang dapat memicu genangan hingga banjir lokal. Di sisi lain, suhu udara pada siang hari juga mulai terasa lebih panas sebagai tanda mendekati musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi pengguna jalan dan aktivitas luar ruangan. Perubahan cuaca yang mendadak dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta gangguan kesehatan.
Pemerintah daerah juga diminta untuk bersiaga menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem, termasuk memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan kondisi cuaca yang fluktuatif ini, masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru dari BMKG agar dapat mengantisipasi berbagai potensi risiko selama masa peralihan musim.