Jakarta, 20 Agustus 2026 – Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menerima kunjungan Senator Rusia Ilyas Umakhanov di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama antara Indonesia dan Rusia, terutama di bidang pendidikan. Sultan menilai pendidikan menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek besar untuk memperkuat hubungan kedua negara karena semakin banyak generasi muda Indonesia yang tertarik melanjutkan studi di Rusia. Selain pendidikan, pembicaraan juga menyentuh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat di Rusia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarlembaga parlemen sekaligus membuka ruang kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sultan mengatakan kunjungan Ilyas merupakan bagian dari hubungan timbal balik setelah dirinya sebelumnya bertemu dengan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko. Dalam pertemuan tersebut, komunikasi antara kedua pihak diarahkan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia melalui jalur parlemen. Sultan menyebut Rusia memiliki kualitas pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang membuat negara tersebut semakin diminati mahasiswa Indonesia. Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk memperluas pertukaran mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga akademik antara kedua negara. Kerja sama pendidikan juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Rusia dalam jangka panjang.
Menurut Sultan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama di berbagai bidang lainnya. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik dapat membantu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kedua negara. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia dapat memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal perkembangan teknologi dan penelitian yang sedang dikembangkan di negara tersebut. Sebaliknya, mahasiswa maupun akademisi Rusia dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal Indonesia melalui program pertukaran dan kolaborasi penelitian. Pola hubungan seperti itu dinilai dapat membangun jejaring masyarakat yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada hubungan antarpemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Senator Ilyas juga menyampaikan perkembangan teknologi yang dimiliki Rusia. Informasi tersebut menjadi salah satu bagian pembahasan karena Indonesia sedang membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi di berbagai sektor. Sultan menyatakan pihaknya akan memfasilitasi komunikasi dan kerja sama dengan komite terkait agar peluang yang dibicarakan tidak berhenti pada pertemuan diplomatik. Kerja sama dapat diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta pertukaran pengetahuan. Dengan adanya dukungan dari lembaga parlemen, pembahasan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada pihak pemerintah maupun institusi pendidikan yang memiliki kewenangan.
Kerja sama pendidikan Indonesia dan Rusia juga dapat mencakup pengembangan program beasiswa dan pertukaran pelajar. Kesempatan belajar di luar negeri menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses terhadap lingkungan akademik internasional. Program tersebut dapat diarahkan kepada bidang yang memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan Indonesia, termasuk teknologi, sains, energi, kesehatan, dan bidang strategis lainnya. Jika dirancang dengan baik, kerja sama semacam itu tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki pengalaman internasional, tetapi juga memperluas jaringan akademik antara universitas Indonesia dan Rusia. Para lulusan kemudian dapat membawa pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung pengembangan berbagai sektor di Indonesia.
Selain pendidikan, hubungan Indonesia dan Rusia juga memiliki ruang pengembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi dapat menjadi salah satu sektor yang memperkuat kemitraan kedua negara karena kebutuhan terhadap inovasi semakin meningkat. Kolaborasi penelitian antara perguruan tinggi dan lembaga riset dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. Pertukaran peneliti juga dapat membantu mempercepat transfer pengetahuan dan membangun kapasitas institusi. Dengan pendekatan tersebut, hubungan bilateral tidak hanya menghasilkan kesepakatan pada tingkat politik, tetapi juga memberikan dampak pada pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan teknologi.
Ilyas Umakhanov menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan DPD RI. Ia juga menilai pertemuan Sultan dengan Valentina Matvienko sebelumnya telah menghasilkan pembahasan yang produktif dan dituangkan dalam sebuah memorandum. Dokumen tersebut mencakup berbagai bidang kerja sama antara Rusia dan Indonesia. Bagi kedua pihak, keberadaan memorandum dapat menjadi dasar untuk melanjutkan pembahasan ke dalam program yang lebih konkret. Implementasi kerja sama kemudian membutuhkan komunikasi lanjutan antara lembaga terkait agar setiap peluang yang telah dibicarakan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata.
Pertemuan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dengan Senator Rusia Ilyas Umakhanov memperlihatkan adanya peluang untuk memperluas hubungan Indonesia-Rusia melalui sektor pendidikan dan pengembangan teknologi. Minat mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan di Rusia menjadi salah satu alasan sektor tersebut dinilai strategis untuk dikembangkan. Pertukaran mahasiswa, akademisi, penelitian, serta pengetahuan teknologi dapat menjadi bagian dari kerja sama yang memberikan manfaat jangka panjang. DPD RI juga berencana memfasilitasi komunikasi dengan komite terkait agar pembahasan tidak berhenti pada tingkat pertemuan. Dengan penguatan kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan, hubungan Indonesia dan Rusia diharapkan semakin berkembang melalui hubungan antarmasyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kedua negara.