Jakarta, 1 Juni 2026 – Peristiwa kebakaran berulang yang terjadi di rumah milik Mutfiana atau Fia di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman, masih menjadi perhatian publik setelah api dilaporkan muncul puluhan kali dalam waktu sekitar 10 hari. Fenomena tersebut memicu berbagai spekulasi karena titik api muncul secara acak di berbagai bagian rumah dan membakar beragam benda tanpa pola yang mudah dijelaskan. Hingga kini, penyelidikan dan penelitian masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Menurut keterangan keluarga, kebakaran pertama terjadi pada akhir Mei dan terus berulang hingga jumlahnya mencapai puluhan kali. Api dilaporkan muncul pada pakaian, tikar, sofa, furnitur, hingga berbagai benda lain yang mudah terbakar. Yang membuat kejadian ini dianggap tidak biasa adalah banyaknya titik kebakaran yang muncul di lokasi berbeda dalam rentang waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut membuat penghuni rumah harus terus berjaga dan memantau setiap sudut bangunan untuk mencegah api membesar.
Sejumlah tim, termasuk kepolisian, Tim Gegana, dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari hasil investigasi awal, muncul dugaan kuat bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan akumulasi gas metana yang berasal dari kebocoran sistem septic tank di area rumah. Pengukuran yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kadar gas metana pada sejumlah titik yang menjadi lokasi kemunculan api. Temuan ini menjadi salah satu penjelasan ilmiah yang paling kuat sejauh ini.
Tim geologi UGM menjelaskan bahwa gas metana dapat terakumulasi pada material berpori seperti pakaian, sofa, kain, dan benda lain yang mampu menyimpan gas dalam jumlah tertentu. Ketika konsentrasi gas cukup tinggi dan berinteraksi dengan oksigen dalam kondisi tertentu, potensi terjadinya penyalaan dapat meningkat. Meski demikian, para peneliti masih terus melakukan pengukuran lanjutan untuk memastikan seluruh faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya gas yang ikut terbawa melalui jalur air dan saluran bawah tanah.
Akibat peristiwa yang terus berulang, keluarga Fia untuk sementara memilih mengungsi demi alasan keselamatan. Meski demikian, rumah tersebut tetap dijaga secara bergantian oleh keluarga dan warga sekitar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, keluarga menyatakan lebih memilih menunggu hasil penelitian ilmiah daripada mengaitkan kejadian tersebut dengan hal-hal di luar penjelasan logis. Hingga saat ini, misteri kebakaran berulang di rumah Fia masih menjadi fokus penyelidikan berbagai pihak yang berupaya menemukan penyebab pasti dari fenomena yang tidak biasa tersebut.