Jakarta, 9 Mei 2026 – Sebanyak 252 siswa di wilayah East Jakarta dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG dengan menu pangsit tahu. Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah.
Menurut informasi awal, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Petugas kesehatan bersama pihak sekolah segera melakukan penanganan cepat dengan membawa sejumlah siswa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Sebagian besar siswa disebut mengalami kondisi ringan hingga sedang dan kini terus dipantau oleh tenaga medis. Orang tua siswa juga mulai berdatangan ke sekolah dan rumah sakit setelah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.
Pihak dinas kesehatan telah mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Selain pemeriksaan makanan, investigasi juga dilakukan terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi menu yang diberikan kepada siswa dalam program MBG.
Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan makanan di lingkungan sekolah, terutama dalam program distribusi makanan massal untuk pelajar.
Pengamat kesehatan masyarakat menilai pengawasan terhadap kualitas pangan harus dilakukan secara ketat karena kesalahan kecil dalam proses pengolahan dapat berdampak pada banyak orang sekaligus.
Sejumlah pihak juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan standar keamanan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lain.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut.