Depok, 22 Agustus 2026 – Polisi menemukan dua potongan kaki manusia di aliran Kali Grogol, Kota Depok, Jawa Barat, yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan tersangka Saepul. Kedua potongan tubuh tersebut ditemukan di wilayah Kali Grogol dan kini sedang menjalani proses pencocokan untuk memastikan apakah benar merupakan bagian tubuh korban berinisial K, 51 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan dua bagian yang ditemukan berupa betis kanan dan kiri. Lokasi penemuan berada sekitar dua hingga tiga kilometer dari titik pertama ditemukannya bagian tubuh korban. Polisi masih melakukan pemeriksaan forensik sekaligus melanjutkan pencarian terhadap bagian tubuh lain yang hingga kini belum ditemukan.
Penemuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penyidikan kasus mutilasi yang sebelumnya menghebohkan warga Depok. Kasus bermula ketika jasad seorang pria ditemukan dalam kondisi telah dimutilasi di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, pada akhir Juli 2026. Korban kemudian diidentifikasi sebagai K, warga Bojong, Cipayung, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Polisi selanjutnya menangkap Saepul yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut di wilayah Panimbang, Pandeglang, Banten, pada 5 Agustus 2026. Setelah penangkapan dilakukan, penyidik mengungkap bahwa tubuh korban dipotong pada bagian kaki dan bagian tubuh tersebut diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Depok.
Dua potongan kaki terbaru ditemukan ketika petugas melakukan penyisiran dan pembersihan di aliran Kali Grogol. Sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, petugas Dinas Sumber Daya Air Kota Depok menemukan bagian tubuh manusia di kawasan tersebut dan kemudian melaporkannya kepada kepolisian. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama unit identifikasi langsung melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi bagian tubuh yang ditemukan. Potongan tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik. Setelah ditemukan kembali bagian betis kanan dan kiri, polisi kini memiliki tambahan petunjuk untuk menguji dugaan bahwa bagian tubuh tersebut berasal dari korban yang sama.
Proses pencocokan menjadi tahap penting karena polisi tidak ingin langsung menyimpulkan identitas bagian tubuh hanya berdasarkan lokasi penemuan. Pemeriksaan forensik diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara bagian tubuh yang ditemukan dengan hasil identifikasi korban yang telah diketahui sebelumnya. Selain itu, penyidik juga akan mencocokkan berbagai temuan dengan keterangan tersangka mengenai lokasi pembuangan bagian tubuh korban. Langkah tersebut diperlukan agar rangkaian perkara dapat disusun berdasarkan bukti yang kuat dan tidak hanya berdasarkan pengakuan maupun dugaan awal. Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap bagian tubuh lainnya karena belum seluruh bagian korban berhasil ditemukan.
Dalam penyidikan sebelumnya, polisi mengungkap bahwa Saepul diduga melakukan mutilasi setelah korban meninggal dunia. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk mempermudah proses pembuangan jasad dan menghilangkan jejak. Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik dan karung sebelum dibuang di kawasan Tanah Merah, sedangkan kedua kaki diduga dibuang ke aliran sungai. Penemuan bagian tubuh di Kali Grogol menjadi petunjuk yang dapat membantu penyidik menguji keterangan tersebut. Polisi masih perlu memastikan apakah lokasi penemuan terbaru memang berada dalam jalur pembuangan yang sebelumnya disebutkan dalam penyidikan.
Penyidik juga masih mendalami seluruh rangkaian kejadian yang melibatkan Saepul dan korban. Rekonstruksi yang sebelumnya dilakukan memperagakan sejumlah tahapan mulai dari pertemuan antara tersangka dan korban hingga pembunuhan, mutilasi, serta pembuangan jasad. Polisi juga menelusuri barang milik korban yang diduga dibawa dan dijual setelah kejadian. Kendaraan dan telepon seluler milik korban menjadi bagian dari barang yang masih didalami dalam penyidikan karena berkaitan dengan dugaan motif serta aktivitas tersangka setelah pembunuhan. Pengungkapan berbagai aspek tersebut diperlukan untuk membangun konstruksi perkara secara lengkap sekaligus memastikan seluruh tindakan yang dilakukan tersangka dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum.
Penemuan dua potongan kaki tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelidikan kasus ini masih terus berkembang meskipun tersangka utama telah diamankan. Polisi tidak hanya berfokus pada pemeriksaan terhadap Saepul, tetapi juga melakukan pencarian fisik di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan pembuangan bagian tubuh korban. Kondisi aliran sungai membuat proses pencarian menjadi lebih kompleks karena bagian tubuh dapat berpindah mengikuti arus dan ditemukan jauh dari lokasi pembuangan awal. Karena itu, penyidik perlu mencocokkan lokasi temuan, waktu penemuan, kondisi aliran air, serta hasil pemeriksaan forensik. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap keberadaan bagian tubuh korban lainnya sekaligus memperjelas seluruh rangkaian perkara.
Dengan ditemukannya dua bagian betis kanan dan kiri di Kali Grogol, polisi kini melakukan pencocokan untuk memastikan keterkaitannya dengan korban mutilasi dalam perkara Saepul. Hasil pemeriksaan forensik akan menjadi salah satu dasar penting untuk memastikan identitas bagian tubuh tersebut sebelum polisi mengambil kesimpulan lebih lanjut. Pada saat yang sama, pencarian terhadap bagian tubuh lainnya masih dilakukan dan penyidik terus mendalami keterangan tersangka serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mengungkap kasus secara menyeluruh, mulai dari penyebab pembunuhan hingga proses pembuangan jasad korban. Polisi diharapkan dapat memperoleh gambaran lengkap mengenai perkara tersebut setelah seluruh hasil pemeriksaan dan pencarian di lapangan selesai dilakukan.